Yayasan Sabtu Mengajar, Pandeglang, Banten

Belajar bareng tiap Sabtu, sampai ke gerbang kampus.

Kami relawan yang menemani anak-anak desa di Pandeglang belajar. Lewat Beasiswa Pionir Desa, kami juga mendampingi siswa kelas XII dari keluarga kurang mampu sampai diterima di perguruan tinggi.

kenapa Sabtu?

Anak-anak di desa tidak kalah pintar. Yang sering kurang adalah informasi, pendampingan, dan orang yang mau duduk menemani mereka belajar. Itu yang kami coba hadirkan, satu Sabtu demi satu Sabtu.

  • 101adik kami dampingi sejak 2020
  • 96diterima di PTN dan PTS
  • 95%berhasil masuk kampus
  • 17kampus tujuan alumni
Adik-adik penerima Beasiswa Pionir Desa bersama mentor berfoto di Learning Camp
Learning Camp Pionir Desa Lolos kuliah bukan garis akhir. Kami tetap menemani, sampai mereka bisa pulang dan ikut membangun desanya.

cerita kami, 2020 sampai 2026

Dari satu anak, sampai seratus lebih.

  1. 2020

    Satu anak pertama

    Kami mulai dengan menemani satu adik belajar untuk ujian masuk kampus. Ia lolos. Dari situ kami yakin cara ini layak diteruskan.

    1 ikut, 1 diterima

  2. 2021

    Pionir Desa dibuka

    Beasiswa pembinaan masuk kampus dibuka untuk lebih banyak siswa. Relawan datang tiap pekan membawa buku, soal tryout, dan semangat.

    11 ikut, 10 diterima

  3. 2022

    Alumni mulai kembali

    Beberapa kakak yang dulu kami dampingi pulang untuk jadi mentor. Relawan kami bertambah dari orang-orang yang pernah duduk di kelas yang sama.

    13 ikut, 12 diterima

  4. 2023

    Angkatan terbesar

    Tiga puluh tujuh adik ikut program. Tiga puluh enam di antaranya diterima, tersebar di UNTIRTA, UPI, ITB, IPB, dan kampus lain.

    37 ikut, 36 diterima

  5. 2024

    Menemani sampai kuliah

    Diterima ternyata belum cukup. Pendampingan kami teruskan ke bangku kuliah, termasuk urusan biaya, nilai, dan adaptasi di kota baru.

    11 ikut, 10 diterima

  6. 2025

    Bukan cuma soal nilai

    Ada seminar bulanan, coaching, dan learning camp. Adik-adik belajar mengenal diri, berani bicara, dan memimpin teman-temannya.

    17 ikut, 16 diterima

  7. 2026

    Semuanya lolos

    Sebelas adik ikut, sebelas diterima. Salah satu awardee juga juara jurnalistik FLS3N Kabupaten Pandeglang dan terpilih ikut Parlemen Remaja 2026.

    11 ikut, 11 diterima

  8. berikutnya

    Lebih banyak desa

    Kami ingin cara ini sampai ke lebih banyak desa dan sekolah, supaya makin banyak anak punya teman belajar sampai ke kampus.

    101 adik sejauh ini, dan terus bertambah

yang kami pegang

Empat hal yang selalu kami jaga.

01 · Access

Akses

Pendidikan tinggi bukan cuma untuk anak kota.

Kami membawa informasi kuliah dan beasiswa sampai ke desa, ke anak-anak yang selama ini jarang mendengarnya.

02 · Preparation

Persiapan

Mimpi besar perlu latihan yang rutin.

Bimbingan belajar, tryout tiap pekan, dan latihan seleksi. Supaya mereka masuk ruang ujian dengan tenang.

03 · Development

Karakter

Yang kami tumbuhkan orangnya, bukan cuma nilainya.

Mentoring dan latihan kepemimpinan. Kami ingin mereka jadi pribadi yang tangguh, bukan sekadar lulus ujian.

04 · Impact

Dampak

Yang sudah berhasil, kembali menemani adiknya.

Harapan kami sederhana: para pionir ikut membangun desanya dan jadi mentor untuk angkatan berikutnya.

Seleksi terbuka

Tahapannya jelas: administrasi, tes tulis, wawancara, dan verifikasi kondisi keluarga.

Ditemani sampai lulus

Pendampingan berlanjut di bangku kuliah supaya tidak ada yang berhenti di tengah jalan.

Gotong royong

Relawan, mentor, tutor, dan alumni bergerak bersama. Semuanya dikerjakan beramai-ramai.

model Pionir Desa

Perjalanan seorang pionir

  1. 01Siswa SMA
  2. 02Seleksi
  3. 03Pendampingan
  4. 04Perguruan Tinggi
  5. 05Leadership
  6. 06Social Impact

Siswa kelas XII

Biasanya dari keluarga kurang mampu, dengan mimpi kuliah yang belum tahu harus mulai dari mana. Kami menemui mereka di sekolah dan di desa.

Seleksi

Administrasi, tes tulis Cerebrum dengan nilai minimal 500, wawancara, lalu verifikasi kondisi keluarga. Semua tahap kami jalankan terbuka.

Setahun didampingi

Mentoring akademik enam bulan, bimbel online, tryout SNBT tiap pekan, konsultasi jurusan dan beasiswa, serta seminar motivasi tiap bulan.

Masuk kampus

95% adik dampingan diterima di PTN dan PTS, dari UNTIRTA dan UPI sampai ITB, IPB, ITS, dan UIN Jakarta.

Belajar memimpin

Selama kuliah mereka ikut organisasi dan proyek sosial. Kami pantau kabarnya supaya tetap di jalur.

Pulang ke desa

Lingkarannya lengkap saat alumni kembali sebagai mentor dan relawan untuk adik-adik berikutnya.

program

Apa saja yang kami kerjakan.

pendidikan

Beasiswa Pionir Desa

Pembinaan masuk kampus selama satu tahun untuk siswa kelas XII dan pemuda potensial dari keluarga kurang mampu.

  • Mentoring akademik
  • Bimbel online
  • Tryout pekanan
  • Konsultasi jurusan
  • Seminar motivasi
anak-anak

Kelas Sabtu

Setiap Sabtu, relawan datang ke desa untuk belajar bersama anak-anak. Kadang di kelas, kadang di lapangan.

  • Kegiatan belajar
  • Kegiatan luar ruang
  • Fun camp
  • Apresiasi
ekonomi & lingkungan

Desa Berdaya

Pendampingan ekonomi warga dan gerakan menjaga lingkungan bersama Jangga Labhumi. Desa yang kuat ikut menguatkan anak-anaknya.

  • Ekonomi warga
  • Edukasi lingkungan
  • Pengelolaan sampah
pembinaan

Coaching & Learning Camp

Waktu untuk mengenal diri, merancang rencana kuliah, dan berkenalan dengan kakak-kakak dari dunia kerja.

  • Coaching
  • Sharing profesional
  • Learning camp
setelah lolos

Pendampingan Kuliah

Kami pantau akademik, keuangan, dan kabar pribadi para pionir. Kalau ada masalah, kami bantu sedini mungkin.

LancarPerlu perhatianPerlu bantuan

kampus para alumni

Ke sana mereka melangkah.

Juga ITB, UNPAM, STIA Banten, Universitas Setia Budi, Universitas Salsabila, dan Politeknik Petrokimia Banten. Jurusannya beragam:

PendidikanTeknikSainsKesehatanEkonomiSosialHukumPertanianTeknologi